Sentil Pemerintah Kecamatan Tomoni Kurang Tanggap, AMT Peduli Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Area Publik

indonesiasatu, 26 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

LUWU TIMUR - Meski ada imbauan untuk diam di rumah saja, tapi Aliansi Masyarakat Tomoni Peduli membuat kegiatan aksi sosial di tengah merebaknya wabah virus corona. 

Aksinya meliputi aksi turun bersama melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan menyemprotkan ke sejumlah area publik dan fasilitas umum, di Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, mulai Senin 23 - 26 Maret 2020, Dengan bersama unsur TNI dan Polri tanpa ada perwakilan dari pemerintah kecamatan Tomoni.

"Kami melaksakan aksi tersebut karena tersentak hati nurani kami akan susahnya masyarakat mendapatkan hand sanitaizer, masker dan lain-lain membuat masyarakat aman," kata Fheri dalam aksi sosial itu.

Kami lanjutnya, lebih baik bergerak langsung ketimbang menunggu pemerintah menanggapi kasus yang serius ini.

"Sedangkan saat genting seperti ini masker dan hand sanitaizer tidak bisa di dapatkan dengan mudah oleh masyarakat," ucap ketua APKAN Lutim ini, kemarin (25/3). 

Untuk lokasi yang disasar adalah area publik, dan Sebelumnya mereka sudah minta izin ke pihak kepolisian setempat.

Sasarannya adalah masyarakat yang sedang berkendara dan yang sedang nongkrong di swalayan.

"Kami sempat mengadakan pengimbauan terhadap masayarakat untuk tetap safety dan mengamini peringatan pemerintan untuk keluar seperlunya," ucapnya. 

Dikatakan mereka bukan kebal virus. Sejujurnya mereka takut tapi ketakutan dikalahkan oleh rasa kemanusiaan yang harus direalisasikan sebagai AMT Peduli dengan bersama masyarakat kita kuat.

Diakuinya mereka tahu terkait imbauan pemerintah tentang Covid-19 ini. Jika saling tunggu pemerintah Kecamatan Tomoni pun tak ada aksi nyata untuk melindungi masyarakat, siapa pun bisa memberi himbauan  seperti itu.

Namun, masyarakat perlu aksi nyata mendapatkan kebutuhan pengaman mereka sekarang.

"Menurut kami hingga saat ini belum ada langkah signifikan dari pemerintah terhadap virus corona.

Hampir semua kepala negara sudah konsen tentang ini. WHO juga sudah menyatakan ini polemik global. Jadi, aku pikir harus ada tindakan yang lebih nyata dari pemerintah. Kalau perlu Keppres dikeluarkan.

Ketika kasus virus corona positif di dalam negeri, pemerintah kurang tanggap dalam melakukan penanganan dan pencegahan," ucapnya. 

Dalam kegiatan mereka juga dilengkapi alat pelindung diri. Sepertu memakai masker, sarung tangan dan pembersih tangan serta jaket sebagai pelindung badan. (***)

 
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu